Berbeda dengan kaum pria, perempuan diberikan organ istimewa untuk proses reproduksinya, yaitu rahim atau serviks. Sama seperti organ lainnya, rahim pun berisiko terkena gangguan penyakit, salah satunya kanker leher rahim (kanker serviks). (Untuk melihat desain kaos anak-anak yang keren, silakan klik DISINI).
Kanker serviks adalah tumor ganas yang menyerang leher rahim. Disebut tumor ganas karena sel-sel kanker ini dapat menyebar ke organ lain di luar organ asalnya dan menyebabkan kerusakan organ lain sehingga dapat menimbulkan kematian. Begitu menyeramkannya risiko yang timbul dari kanker ini, maka pencegahan terhadap penyakit ini ha-rus dilakukan.
Faktor penyebab kanker leher rahim adalah infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus). HPV merupakan penyakit menular seksual yang paling sering diderita di seluruh dunia dan diduga menginfeksi hingga sekitar 75 person wanita yang aktif secara seksual. Meskipun penyebaran HPV demikian luas, hanya sedikit orang yang mengetahui telah terinfeksi karena jarang menimbulkan gejala yang dapat dikenali.
Umumnya perempuan yang terinfeksi oleh HPV mengalami infeksi tersebut sesaat setelah aktif secara seksual pada usia antara 20 hingga 30 tahun, maka perkembangan ke arah kanker serviks umumnya terjadi dalam periode waktu 10 hingga 20 tahun. Meskipun demikian ada beberapa kasus dimana pra-kanker dapat berubah menjadi kanker hanya dalam waktu 1 hingga 2 tahun.
Ada beberapa jenis virus HPV. Berbeda jenisnya, berbeda pula penyakit yang menginfeksinya. Virus HPV yang tergolong jinak, yaitu tipe 6 dan 11, menyebabkan penyakit kutil ke-lamin. Penyakit ini mempunyai bentuk bermacam-macam. Nyaris sama dengan kanker serviks, penyakit kutil kelamin pun tidak mempunyai gejala. Tidak ada rasa gatal atau perih, jadi, hanya bisa diketahui apabila dilakukan pemeriksaan di daerah alat kelamin.
Penularan HPV yang menyebabkan kutil kelamin hampir 98% terjadi melalui hubungan seksual. Akhir-akhir ini jumlah penderita virus HPV semakin banyak, baik kutil kelamin maupun kanker serviks. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan yang jelas dari ma-syarakat mengenai bahaya virus ini.
Pengobatannya bisa dilakukan dengan membakar kutil-kutil tadi dengan tujuan untuk merusak jaringan virusnya. HPV yang tergolong ganas adalah tipe 16 dan 18, kedua-nya merupakan jenis HPV yang menyebabkan kanker serviks. Konsep pencegahan kanker serviks merupakan upaya mendeteksi kanker ini sedini mungkin, yaitu pada fase prakanker. Bila fase prakanker terdeteksi, maka upaya penyembuhannya amat sederhana, tanpa perlu suatu tindakan pembedahan atau operasi besar, biayanya tentu saja jauh lebih ringan.
Fase prakanker ini tanpa gejala. Karena itu konsep pencegahan kanker serviks adalah melakukan pemeriksaan pada semua perempuan yang berisiko (yaitu semua perempuan yang sudah aktif secara seksual) tanpa perlu menunggu gejala apapun.
Bila penderita sudah menunjukkan gejala seperti keputihan yang berbau, atau pendarahan baik spontan maupun pendarahan saat melakukan hubungan seksual, mengindikasikan kanker serviks yang su-dah masuk stadium lanjut. Tentu saja tidak semua kasus keputihan atau perdarahan merupakan gejala kanker serviks, namun yang penting bagi semua perempuan adalah menyadari dan mewaspadai bahwa kedua gejala tersebut tidak dapat dianggap ringan dan tidak boleh dicoba diobati sendiri tanpa pernah melakukan pemerik¬saan terlebih dahulu. Penyebab keputihan dapat saja infeksi bakteri, jamur ataupun virus sedangkan pendarahan selain dapat pada kondisi infeksi juga dapat disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormon dalam tubuh.
Pemeriksaan terhadap ada-nya virus HPV dapat dilakukan dengan pap smear dan IVA (inspeksi visual dengan aplikasi asam asetat). Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan secara rutin setahun sekali oleh perempuan yang aktif secara seksual. Ada cara lain yang digunakan untuk menghindari virus ini menginfeksi tubuh adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Pemberian vaksin ini sebaiknya dimulai ketika berusia muda, yaitu sebelum melakukan hubungan seksual, karena semakin cepat pemberian vaksin ini, maka semakin efektif mencegah HPV dalam tubuh.
Peran Seorang Ibu
Melihat fenomena penyakit ini, diperlukan peran dari seorang ibu yang aktif melakukan pencegahan terhadap infeksi HPV, baik bagi dirinya maupun bagi anaknya, khususnya perempuan. Ibu harus mengerti benar apa bahaya yang ditimbulkan oleh infeksi HPV di dalam tubuh dan mengetahui benar tindakan pencegahan yang dapat diambil untuk menghindari dirinya dan anak-anaknya dari ancaman penyakit HPV baik yang jinak maupun yang ganas seperti kanker serviks.
Peran seorang ibu menjadi lebih besar karena bahaya pe¬nyakit ini bisa dicegah dengan melakukan penyuluhan yang benar dan jelas kepada anak-anaknya, baik pria maupun perempuan. Pencegahan sejak dini bisa dilakukan dengan cara mengurangi risiko penularannya, seperti tidak melakukan hubungan seksual di usia muda (seks bebas), tidak berganti-ganti pasangan, mendeteksi dini prakanker, dan yang terpenting melakukan vaksinasi HPV.
Dengan memberikan pengertian dan pendidikan agama yang baik kepada anak, ibu bisa menghindarkan anaknya dari penularan virus HPV. Tetapi, sebaiknya dibarengi dengan pemberian vaksinasi HPV pada anaknya di usia muda, yaitu usia yang belum aktif secara seksual, karena bagaimana pun juga, setiap perempuan pasti berisiko terkena kanker serviks. Melakukan vaksinasi pada usia muda bertujuan mempersiapkan tubuh untuk membentuk antibodi yang dapat mengalahkan virus ini. Jadi, semakin muda usia pemberian vaksinasi HPV, maka semakin efektif kerja vaksin di dalam tubuh.
(Untuk melihat kaos anak-anak yang keren, silakan klik DISINI).
Related Articles
No user responded in this post
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments